Masa subur (masa ovulasi) secara umum ditentukan 14(+/-2) hari sebelum hari pertama haid berikutnya. Yang menjadi kendala adalah perhitungan ini hanya berlaku pada seorang wanita yang mengalami siklus haid normal (21 - 35 hari), masa haid normal (3-7 hari), dan tidak mempunyai masalah dalam menstruasinya. Untuk mengatahui apakah siklus haid anda teratur atau tidak, dapat anda catat 3 siklus terakhir dan lakukan perhitungan rata - rata untuk menentukan masa subur Anda.
Selain dengan perhitungan, anda juga dapat membeli alat deteksi masa subur yang ada di apotek. Alat ini memiliki bentuk yang sama untuk mendeteksi kehamilan, yang membedakan adalah waktu pengambilan sampel kencing (urin). Urin yang digunakan biasanya bukan urin pagi hari karena kadar kandungan hormon yang tinggi pada saat ovulasi baru akan naik pada saat siang hari. Sebelum menggunaka alat ini, bacalah kontruksi yang ada dengan cermat.
Masa ovulasi juga dapat diketahui dengan mengukur suhu basal tubuh. Suhu basal seseorang yang sedang mengalami ovulasi pada awalnya akan menurun, kemudian meningkat dan menetap pada suhu 37 derajat Celcius hingga siklus menstruasi berikutnya. Cara lain adalah dengan melihat getah serviks (leher rahim). Saat ovulasi, produksi lendir cenderung meningkat dan lebih kental untuk memudahkan jalannya sperma menuju sel telur.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar