Berkembang mitos di masyarakat kita bahwa jika mata sebelah kanan kedutan akan melihat sesuatu yang baik, namun jika mata kedutan disebelah kiri akan melihat sesuatu yang jelek. Namun bagaimana bila dilihat dari sisi medis? Kedutan mata (twitching) merupakan gerakan kelopak mata yang repetitif dan tidak dapat dikontrol. Kedutan paling sering terjadi pada kelopak mata bagian atas. Kedutan yang ringan biasanya tidak menimbulkan masalah dan akan menghilang dengan sendirinya dalam beberapa detik atau menit.
Secara umum penyebab kedutan belum diketahui secara pasti, namun seringkali berhubungan dengan:
- Kurang tidur
- Stres
- Konsumsi kafein, alkohol, rokok
- Kelelahan
Kedutan pada mata juga bisa menjadi tanda adanya kelainan pada mata atau gangguan saraf, seperti:
- Mata kering
- Blefaritis (radang pada kelopak mata)
- Penyakit parkinson
- Sensitif terhadap cahaya
- Bell’s palsy
- Benign essential blepharospasm
- Hemifacial spasm
- Efek samping obat-obatan (misal obat epilepsi)
Penyebab Lain Mata Kedutan
Tahukan Anda bahwa pada beberapa kasus kedutan mata dapat menetap dan sangat mengganggu? Misalnya pada benign essential blepharospasm. Kondisi ini biasanya terjadi pada usia di atas 30 tahun dan lebih sering terjadi pada wanita daripada pria. Penderita kondisi ini akan sering berkedip dan kedutan yang dapat dipicu oleh stres, kelelahan, angin, cahaya, atau polusi udara. Benign essential blepharospasmbiasanya bersifat genetik (ada riwayat keluarga).
Pada kasus yang berat, kedutan bisa disebabkan oleh hemifacial spasm. Kedutan terjadi pada satu sisi wajah saja (dari dahi sampai dagu). Hemifacial spasm biasanya disebabkan oleh syaraf wajah yang tertekan. Bisa juga bukan karena penekanan syaraf, misal pada penyakit stroke atau tuberkulosis (TBC).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar